Serangan panik ke 3 terjadi pada desember 2018 tepatnya sehari sebelum hari ibu
Waktu pulang kerumah hujan turun dan lupa tidak membawa mantel. Alhasil neduh. Tanda tanda serangan paniknya sih ada . Seperti nafas pendek dan kliyengan.
Tapikir kan itu efek adem. Plus belum maem di tambahi sebelum pulang minum kopi
Setelah itu aku paksain mending neduh di warung. Sinambi makan. Akhirnya sampe warung . Dan saya akhirnya makan soto. Sesudah makan soto . Badan agak mendingan dan melanjutkan perjalanan dengan kadang perut rasa mual saya pakai tolak angin waktu itu mendingan. Sesampainya di rumah langsung mandi dan istrahat . Ke esokan harinya barulah mulai rasa rasa anxiety nya . Takut macem macem..
bangun tidur badan terasa lemas dan tidak bertenaga sama sekali. Saya di suruh ibu untuk anter ke pasar juga rasanya berat . Akhinya saya menceritakan kondisi saya. Ke ibu. Dan ibu menyarankan untuk cek ke prodia waktu itu hari sabtu jam 1 saya langsung ke prodia terdekat. Dan setelah hasil keluar ternyata trombosit saya baik baik saja alias normal. Tetapi lekosit saya yang naik hingga 2% sekitaran lekukosit 12 lebih dikit
Padahal kan normalnya antaranya 6-10 yak. Langsung dari situlah saya parno… dari perjalanan prodia sampai ke rumah saya browsing ” tentang lekosit. Apa lah bla bla bla. Yang kangker darah atau apalah membuat semakij droopp.. lanjut sesampai di rumah saya bercerita ke temen saya ” dokter ” tapi dinasnya di luarkota. Sedangkan kakaknya dinasnya di rumahnya ( tetangga saya ) saya bilang keluh kesah saya . Gimana caranya nurunin lekosit yang tinggi. Akhirnya saya di sarankan ke temensaya itu untuk ke rumahnya.. di kasih obat antibiotik apa lupa saya. Racikan. Alhasil nihil cuma minum satu hari. Semakin panik dan browsing tak kunjung henti.. badan lemas gemeteran. Dll rasanya. Akhirnya seninpun tiba. Saya pergi ke dokter ” bisa” dokter umum .. saya bercerita dan membawa hasil tes kemarin..
Dibsarankan ke dikter umu itu untuk cek hepatitis .. ke rsokan harinya..
Sepulang dari dokter umum itu saya browsing hepatitis bla bla bla.. tambah parno lagi..kan..
Esoknya saya tes hepatitis ke prodia. Dan di nyatakan negatif. Akhirnya balik lagi ke dokter umum itu.. dan dia menberikan saran ke dokter dalem. Di rumahsakit swasta dekat rumah. Katanya recomndt.
2 hari berlangsung tanpa obat tanpa apa pa sya jalani. Dengan pikiran pikiran parno apa lah hepatitis lah atau leukimia lah..
waktuitu sempet down banget rasanya.
Setelah 2 hari itu saya pergi ke dokter dalem.
Dan saya menceritakan apa yang saya rasakan. Dokter dalem itu menyatakan saya baik baik saja. Dalemanya bagus semua. Alhasil saya di pulang di berikan obat.
Vitamin neurosanbe dan obat alprazolam ( diminumnya kalau ga bisa tidur saja. ) nah di situlah saya kembali browsing browsing kembali..
Sampai semingguan tidak ada perubahan . Badan lemas. Sempoyongan. Penglihatan kabur. Mau naik motor takut. Naik mobil takut. Akhirnya takut semmua dan selama seminggu tidak keluar dari rumah.
Dan tepat tanggal 18 desember serangan panik ke 3 muncul.
Pagi hari ya saya berjemur sinar matahari sinambi mminum kopi dan saya sadar belum makan. Lanjut saya beranikan diri untuk keluar rumah naik mmotor karena waktu itu saya inigin membeli pulsa. Saya beranikan naik motor dan setiba di depan konter setandatin motor. Di situlah serangan panik ke 3 muncul. Udah ngga karuan lah kalau terjadi serangan panik. Badan gemeter . Sesak nafas. Sempoyongan . Mau pingsan. Mata kabur, jantung derdetak kencang. Sampai saya tidak jadi beli pulsa. Akhirnya saya memutuskan utuk pulang.
Perjalanan pulang aslinya jaraknya deket tidak sampai 1km itu terasa jaauuhh banget.
Sampe ak di rumah langsung tepar di kamar tidur rebahan. Pikiran aneh aneh sampe ingat mikirin kalaau mau mati segalaa waktu itu.
Saya rebahan. Sekitar sejaman hilang rasaa serangan panik itu , tetapi badan masih loyo sempoyongan di tambah pusing . Langsung saya makan siang dan agak mendingan,
Browsing browsing kembali dan mengait ngaitkan penyakit apa yang saya alami
Akhirnya di suatu ketika ada tetangga yang meninggal nah di situ bikn down lagi . Jangan jangan apa lah itu lah.nyangkut nyangkutin sma badan saya sendiri. Inget waktu hari sabtu ya. Itu syaa sudah tidak kuat sama sekali lemas dan terasa ingin pingsan., saya minta ke ibu suruh bawa ke igd. Tp waktu itu hari sabtu. Akhirnya cuma di beri kan teh hangat gula batu. Sampai hari senin
baru saya ke dokter dalam bagian ke 2 ( recomndet tetangga dan sodara )
Jadi sudah tidak ke dokter dalam yang pertama ya. Ini beda lagi dokter dalam.
Di situ saya di cek dan saya membawa hasl prodianya dari hepatiis sampai apalah itu . Dan di baca dokter dalem ke 2 tersebut.
- Saya juga menceritakan keluh kesah saya. Dan akhirnya dokter dalem ke 2 itu memberikan obat antibiotik. Yang dosisnya besar dan ” mahal menurut saya. Sirup untuk lambung sama racikan obat.
Saya minum 2 harian sudah agak mendingan..
Akan tetapi masih di suruh cek apa lah darah apa atau apa . Saya lupa waktu itu. Dan sama saja. Hasilnya tetap negatif. Tapi saya ingat baca kemungkinan ada anemia
Di situ sampai saya habis obat. Dan pelan pelan saya memberanikan keluar rumah walau deket deket.
Merasa obat saya habis saya kembali ke dokter lagi yang ke 2 dan ya dia bilang tidak apa apa. Cuma pikiran dan aasamlambung naik. Setelah itu syaa browsing browsing kembali dan saya baru tau. Yang saya alami ini adalah ” serangan panik ”
Saran saya bila terjadi dan mirip seperti saya
- Jangan kebanyakan browsing. Stop browsing nikmati prosesnya
- Jangan mengkait kaitkan atau meramal apalah akan terjadi apa di tubuh dll. Jangan !!
- Intinya di pikiran sebetulnya . Banyak mendekatkan diri. Kuatkan mental
Dan yang terakhir jangan kebanyakan ke dokter.!! Tips saya kalau kmau ke masih kekeh ke dokter . 1 dokter saja. Jangan malah cari cari dokter. Lain. Jadi stay dokter 1 aja. Kalau nanti juga bakalan tahu dokter tersebut.


0 Response to "Serangan Panik ke 3 "
Post a Comment